Categories
Kisah Pernikahan Dini Yang Menyedihkan Di Dunia
May 31, 2017 Uncategorized

Kisah Pernikahan Dini Yang Menyedihkan Di Dunia –¬†Menikah saat usia muda memang tidak bisa dikatakan menyenangkan.

Begitu halnya dengan Alemtsahye Gebrekidan yang dipaksa menikah oleh orang tuanya ketika baru berusia 10 tahun dengan seorang laki-laki yang juga baru berusia 16 tahun di Provinsi Tigris, Ethiopia Utara, Afrika.

Masa kecil seorang Alemtsahye yang cukup bahagia hancur. Setelah menikah, tidak ada lagi masa-masa bermain bersama teman.

Karena ia harus berhenti sekolah kemudian menjalani hidup sebagai istri. Setiap hari ia harus mengumpulkan kayu, memasak untuk sang suami serta mengambil air dengan jarak yang jauh.

Tiga tahun setelah menikah Alemtsahye melahirkan anak laki-laki. Masa kehamilan dan melahirkan untuk seorang bocah seperti Alemtsahye adalah momen paling menyakitkan. Ditambah lagi kondisi fisiknya saat itu memang tidak mampu membawa beban sang bayi.

Menjadi ibu ketika usianya baru 13 tahun terasa lebih sulit bagi Alemtsahye. Terutama suaminya yang di saat itu baru berusia 19 tahun tewas saat ikut berperang bersama pemberontak Ethiopia melawan kediktatoran pemimpin Ethiopia saat itu, Mengistu Haile Mariam.

Hidup berdua bersama sang putra yang masih sangat kecil menjadikan Alemstsahye rapuh dan terjerat perdagangan manusia. Iming-iming kehidupan luar negeri yang nyaman membuat Alemtsahye bertekad menitipkan sang putra, Tefsalen pada orang tuanya demi berangkat ke Mesir.

Alih-alih hidup lebih baik, Alemtsahye justru dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga tanpa gaji di dalam kurun waktu 2 bulan.

Niatnya untuk mencari pekerjaan lain muncul setelah mengetahui sulitnya hidup sebagai PRT. Sayangnya di Mesir ia kembali terjaring perdagangan manusia dengan iming-iming kehidupan Inggris.

Sampai di London hanya bingung yang didapati Alemtsahye. Tidak ada satu orangpun yang ia kenal saat itu. Beruntungnya ada sebuah keluarga baik hati yang mengangkatnya.

Janda muda dengan usia 16 tahun itu kemudian menjadi pencari suaka, kembali bersekolah hingga belajar bahasa Inggris.

Di usianya yang ke-38 tahun, Alemtsahye bekerja dan tinggal di London. Ia bekerja untuk badan amal Girls Not Brides. Lembaga yang membantu janda-janda muda Ethiopia seperti dirinya.

Leave a Reply
*